Kiriman dari Timur

Jumat , 14 Februari 2014 terasa tidak biasa. Hari itu saya bangun jam 6 pagi. Langit masih gelap. Padahal di hari biasanya, jam 5.30 saja langit sudah terang. Setelah menengok ke luar, ternyata hujan abu telah memenuhi udara dan halaman rumah. Sampai jam 6.30, kondisi masih sama. Matahari belum terlihat cahayanya. Jam 7 pagi cahaya matahari mulai terlihat, masuk meewati sela-sela udara yang berdebu.

Saya langsung teringat pada empat tahun lalu saat Merapi meletus. Hujan abu memutihkan Jogja. Tapi kali ini bukan karena Gunung Merapi. Hujan abu yang terjadi kali ini merupakan kiriman dari Gunung Kelud yang meletus tadi malam jam 22.50.

Tidak bisa membayangkan sedahsyat apa letusannya sampai-sampai abu vulkaniknya sampai di Jogja. Padahal jaraknya beratur-ratus kilometer. Bahkan siang hari di berita tv juga abu kelud sudah sampai Jawa Barat. Zia, kawan saya dari Cirebon juga bilang rumahnya terkena abu Kelud meski gak setebal di Jogja.

Photo0499

Kondisi depan kontrakan setelah hujan abu.

Sampai empat hari setelah hujan abu, Jogja masih diselimuti abu. Namun banyak juga toko-toko atau instansi-instansi yang mengerahkan karyawannya untuk turun membersihkan debu dengan mewadahkan dalam plastic ataupun menyiramnya. Tapi tetap saja, beberapa jam kemudian abu sudah datang lagi karena terbawa angina atau kendaraan yang lewat. Ini melebihi abu Merapi kemarin. Abunya lebih halus dan juga lebih banyak. Semoga saja bencana di negeri ini cepat berakhir. Semoga segera teratasi dan kita semua dilindungi.

Photo0501

Taman kecil depan kontrakkan gak luput dari abu Kelud

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s