TongSay Uda Asdi

Jumat, 13 September 2013.

Pagi ini sengaja tidak sarapan di rumah. Setelah selesai ngampus langsung cabut mencari tempat sarapan. Seketika berpikir akan sarapan apa kali ini. Ada beberapa sajian sarapan yang biasanya saya temukan: gudeg, bubur ayam, soto, nasi kuning, dan lontong sayur. Karena soto, gudeg dan naskun sudah sering, sedangkan bubur ayam tidak terlalu cocok untuk perut (hanya kenyang sesaat,gag tahan lama di dalam perut.red), kali ini pilihan acak jatuh pada lontong sayur.

Gag jauh dari kampus, saya menemukan warung tenda lontong sayur. Keadaan saat itu tidak terlalu ramai. Hanya ada empat buah meja kecil di dalam tenda dengan tiga diantaranya terisi sepasang pembeli. Di luar, tikar-tikar yang sengaja digelar juga hanya diisi sepasang muda-mudi–iiih bahasanya berasa sudah tidak muda lagi,hihi–. Keadaan yang sepi ini kemungkinan karena jam sudah menunjukkan pukul 09.00 wib, jam yang bisa dibilang telat untuk sarapan. Di etalase tempat penjual, lontong yang berbungkus plastik juga tinggal beberapa gelintir saja, menandakan bahwa sebelumnya sudah banyak pelanggan datang ke warung tenda ini untuk sarapan.

Karena sudah jam 09.00, lesehan pun terlihat sepi.

Karena sudah jam 09.00, lesehan pun terlihat sepi.

Karena perut lapar, saya langsung memesan lontong sayur pakai telur dan segelas es teh manis. Tidak perlu waktu lama untuk menunggu, jadi bisa langsung santap. Penampilannya menggoda banget sih. Kuahnya yang kuning hampir memenuhi sisi piring. Beberapa buah kerupuk menutupi isi di bawahnya. Penasaran akan rasanya makin memuncak setelah menyibak kerupuk dan menemukan isi dalam piring yang sebenarnya: potongan-potongan lontong, sebutir telur ayam bulat utuh, dan sayur bumbu kuning yang terdiri dari gori, labu siam dan kacang panjang. Dan rasa penasaran terjawab saat suapan pertama: setengah sendok makan kuah yang segar. Nyummiiii… gurih dan lezat.

Lontong sayur Uda Asdi yang menggiurkan.

Lontong sayur Uda Asdi yang menggiurkan.

Bisa jadi referensi buat tempat sarapan nih untuk kawan-kawan. Lontong Sayur Uda Asdi ini berada di sisi barat stadion Mandala Krida, depan asrama UGM. Menurut yang saya baca di spanduknya, warung ini ada cabangnya juga di Seturan, Jakal, Glagah, dll. Hemm emang perlu diperhitungkan juga sebagai referensi tempat sarapan. Harganya juga sangat terjangkau. Hampir kaget saat mau bayar. Rasanya gag percaya gitu Rp 7.500,- untuk sepiring tongsay pake telur dan segelas minuman. Mantap. Puas sekali rasanya. Setelah perut terisi, lanjut ke jadwal di Jumat pagi ini: ke Puskot untuk cari-cari referensi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s