Soto Jawa

Sebenarnya mau kasih judul Soto Nusantara. Tapi setelah dipikir-pikir, lebih cocok kalau olahan kali ini diberi nama Soto Jawa saja, karena perpaduan dari beberapa resep soto Lamongan, Sokaraja, dan Madura/Surabaya.

Sabtu, 10 Agustus 2013, saya mendampingi ayah membuat soto. Seperti biasa, kalau pulang ke rumah pasti ‘cooking class’ sama ayah atau ibu.

Sekadar memanfaatkan bumbu soto yang sebelumnya telah dibuat beliau, soto kali ini menggunakan bahan dasar ½ kg daging sapi yang sebelumnya direbus dahulu. Pilihan penyajian bisa dengan menggoreng daging ataupun dengan mencampurkannya langsung dengan kuah soto.

Bumbu yang dihaluskan:

7 siung bawang putih

6 butir kemiri

Segenggam jahe

2 ruas jari kunyit

1 sdmLada

Bahan lain: 3 siung bawang putih yang dicincang, 2 lembar daun salam, 3 lembar daun jeruk, 2 batang serai yang telah dimemarkan, 5 sdm minyak goreng untuk menumis, bawang merah goreng, gula, garam dan penyedap secukupnya, daun bawang, dan seledri.

 

Bahan koya (serbuk gurih): 10 buah kerupuk udang dan 3 siung bawang putih goreng. Keduanya ditumbuk hingga lembut.

 

Cara membuat:

  1. Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga kecokelatan, tiriskan.
  2. Gunakan minyaknya kembali untuk menumis bumbu halus hingga wangi. Masukkan daun salam, daun jeruk, dan serai.
  3. Masukkan air kaldu yang didapat dari rebusan daging. Tunggu hingga mendidih, masukkan garam, penyedap, gula, dan bawang putih goreng.
  4. Masukkan daging yang telah diiris tipis. Tunggu hingga matang.
  5. Daun bawang, seledri, maupun bawang merah goreng sesuai selera bisa dimasukkan ke dalam kuah atau disajikan terpisah.

 

Tidak sampai setengah jam Soto Jawa pun jadi. Untuk menghidangkannya, taburkan serbuk koya di atas sajian dan kerupuk warna. Hemm dan soto pun siap untuk dilahap. Kebetulan masih ada ketupat, jadi kami makan dengan ketupat sebagai pengganti nasi. Nyummiii….

 

Daun bawang & seledri, bubuk koya, dan kerupuk warna.

Daun bawang & seledri, bubuk koya, dan kerupuk warna.

DSC_0000563

Soto Jawa : perpaduan unik sajian soto dengan ketupat dan bubuk koya.

Kapan-kapan bisa dipraktikkan di kos nih. Daging bisa diganti dengan ayam (yang lebih murah sesuai harga anak kos😀 ). Mungkin kawan-kawan bingung mengapa disebut Soto Jawa. Di mana letak perpaduannya? Pemakaian daging identik dengan soto Madura. Pemakaian ketupat dan kerupuk warna identik dengan soto Sokaraja, dan taburan koya seperti Soto Lamongan yang biasa saya santap di Yogya. Pokoknya gak kecewa deh sama rasanya. Siapa dulu chefnya. Selamat mencoba.

Salam–.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s