Alhamdulillah, Idul Fitri!

Allaahu akbar.. Allaahu akbar.. Allaahu akbar…..

Laa – ilaaha – illallaahu wallaahu akbar.
Allaahu akbar walillaahil – hamd.
 
Gema takbir berkumandang di seluruh dunia dalam menyambut Idul Fitri.Alhamdulillah masih bertemu Lebaran tahun ini. Selamat Idul Fitri 1434 H. Mohon maaf atas segala kesalahan kata maupun sikap selama ini, baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
Tahun ini alhamdulillah bisa melewati lebaran di tengah-tengah keluarga. Meskipun tidak dengan keluarga besar di Muntilan, namun kehangatan bersama ayah, ibu, dan adik-adik amat sangat terasa.
Lebaran, berada di rumah, waktunya untuk memanjakan perut. Setelah sakit dua minggu kemarin, berat badan saya jadi turun dua kilo. Sedikit sih turunnya, tapi pengaruh banget. Rasanya celana pada kendor karena badan menyusut. Jadi, lebaran kali ini emang tepat banget kalo selalu ngisi perut. ha ha… bener aja, dari kemarin gak berhenti ngemil. Mudah-mudahan sampai 10 hari ke depan terus-terusan begini selama di rumah.
Lebaran tahun ini bisa sholat Id. Kami sekeluarga sholat di lapangan Marinir, Cilandak. Kecuali Dwi, adik lelaki saya yang lebih memilih solat di masjid deket rumah. Selesai sholat, kami disuguhkan ceramah, tapi saya lupa siapa penceramahnya saat itu. Isi yang saya ingat, Pak Khotib mengingatkan bahwa lebaran dapat dijadikan sebagai titik balik untuk selalu meningkatkan loyalitas pada pekerjaan. Menurut saya terlalu khusus apa yang dibicarakan beliau. Maklum aja karena beliau mengisi ceramah di lingkungan militer. Tapi setidaknya bukan hanya kalangan militer saja yang solat di situ, ada ibu-ibu, remaja, bahkan anak-anak. Akan lebih baik jika isi ceramahnya lebih luas. Over all, ceramahnya bagus, tentang bagaimana lebaran itu harus kita rayakan dengan segenap hati dan sukacita. Kenapa? Karena Idul fitri ada karena puasa ramadhan. Puasa ramadhan ada karena bulan suci ramadhan. Bulan ramadhan ada karena sejarah pertama kali Al Quran diturunkan.
Selanjutnya, isi ceramahnya yang lain terkait dalam meningkatkan loyalitas diri dalam bekerja, hendaknya kita memiliki sifat toleransi, tenggang rasa, simpati, empati, dan lain-lain. Dengan demikian, kita akan merasa tenang dan nyaman dalam bekerja.
Bulan Syawal, waktunya bermaaf-maafan! Setelah selesai sholat, sesampainya di rumah sungkeman dengan ayah dan ibu, meminta maaf atas ribuan kesalahan yang telah saya buat kepada mereka selama ini. Tapi maaf saja rasanya belum cukup. masih banyak yang harus saya berikan untuk membanggakan mereka. Maka Ya Alloh, tak hentinya aku berdoa agar mereka dipanjangkan rejekinya, yakni usia dan dipermudahkan jalan kami, anak-anaknya, untuk memberikan kebanggaan dan kebahagiaan bagi mereka. Amin.
Setelah sarapan, kami sekeluarga berjalan keliling untuk bermaaf-maafan ke seluruh tetangga. Di sini tidak seperti lebaran di kampung, di mana setiap silaturahmi ke tetangga harus masuk rumah, mengicipi suguhan bahkan sampai makan masakan tuan rumah. Kalau di sini cukup simpel. Ketemu di depan rumahnya, salaman, langsung deh pamitan. Kalau ketemu di jalan ya tinggal salaman aja. Yang penting sudah bertemu dengan tetangga dan sudah maaf-maafan.
Lebaran kali ini juga menjadi lebaran pertama di rumah sendiri, setelah hampir 5 tahun kami sekeluarga pindah sementara. Ketemu banyak tetangga lama, dan saya pun kaget: yang dulu anak-anak sekarang sudah besar-besar, yang dulu remaja sekarang sudah dewasa, yang dulu dewasa tanggung sekarang udah pada gandeng suami/istri dan anak-anaknya, dan yang dulu sudah tua juga semakin tua. Hi hi hi.
Pokoknya, tidak ada satu kata lain yang bisa menggambarkan lebaran selain “sukacita”. Sukacita menyambut hari baru di dalam bula Syawal, setelah satu bulan menahan hawa nafsu dengan berpuasa. Semoga lebih dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Alloh Ta’ala.
Sekali lagi, dengan penuh sukacita dan kebahagiaan, saya mengucapkan Selamat Idul Fitri 1434 H. Mohon maaf lahir batin kepada semua teman dan handai taulan.Semoga inilah awal bagi kita untuk terus menyempurnakan ibadah kita, menghargai sesama, dan menciptakan kedamaian dalam setiap diri. Salam🙂
 
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s