Enjoy Jakarta (Episode Pertama)

Sudah hampir setahun gak ketemu sama Ning dan Wiwik. Kebetulan bulan ini saya pulang ke Jakarta. Ning yang bekerja di Sukabumi datang ke rumah dan menginap semalam. Esok paginya, Sabtu, 9 Februari, kami ke Monas. Janjian dengan Wiwik yang sekarang tinggal di Bekasi.

Jakarta panas. Tapi tetep semangat buat kami jalan-jalan. Hunting foto-foto juga yang pasti.

tujuan pertama: Monas.Sudah lama juga gag ke Monas. Sampai gag ingat kapan terakhir ke sana. Monas (Monumen Nasional) dibangun atas prakarsa Sukarno, Presiden RI pertama dan bertujuan mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan 1945, agar terus membangkitkan inspirasi dan semangat patriotisme generasi saat ini dan mendatang. Tujuan tersebut tampak pada lidah api yang dilapisi emas, di sisi paling atas Tugu Monas.

Banyak masyarakat yang datang berkunjung, mandiri maupun rombongan. Banyak juga saat itu rombongan-rombongan anak sekolah. Tiket masuk yang sangat murah (IDR 5000) menjadi salah satu daya tarik tersendiri di samping naik sampai bagian atas untuk melihat panorama kota Jakarta. Tapi kami cuma sampai cawan saja karena untuk naik ke bagian paling atas, antrinya minta ampun.

Setelah mengelilingi cawan, kami turun dan foto-foto di dinding-dinding berelief. Relief-relief ini menceritakan tentang sejarah Indonesia mulai dari kejayaan Kerajaan Singasari dan Majapahit, pergerakan nasional, Sumpah Pemuda, Kemerdekaan dan Indonesia modern. Ning suka banget berpose di samping relief Gajah Mada yang besar.

Selanjutnya setelah puas berpose di samping relief-relief, kami keluar. Kami memutuskan untuk makan siang dulu sebelum selanjutnya ke Masjid Istiqlal untuk solat. Saya dan Ning memesan soto ayam, dan Wiwik seperti biasanya: mie ayam. Kaget saat mau bayar makan. Harganya mahal. Tapi gak apalah karena lumayan mengobati rasa lapar dan mencoba memaklumi karena ini khan daerah wisata. Buat yang gag mau jajan hendaknya makan dulu sebelum berwisata,lebih bagus kalo bawa makan dari rumah dan dimakan sekeluarga di taman Monas.Buat yang simpel kaya kami ini, jajan jadi alternatif dengan konsekuensi harga makanan yang ‘nuthuk’ konsumen.

To be continued …..

nb: nuthuk (bhs. Jawa)= memeras konsumen.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s