My Ex-Roomate was Married

Manusia memilik tahap-tahap dalam kehidupannya. Proses kelahiran, proses kedewasaan, hingga nanti menghadap kematian. Di dalam proses kedewasaan itu, muncul keinginan-keinginan untuk menjadi pribadi yang bebas, mandiri, dan dapat menentukan kehidupannya sendiri, termasuk dalam percintaan. Semakin dewasa usia kita, semakin banyaknya kita dihadapkan oleh pilihan-pilihan yang mendewasakan pikiran kita. Apakah kita masih akan hidup bebas, sendiri, ataukah kita akan memasuki fase yang lebih tinggi, mengikat diri dalam pernikahan, menjadi satu dengan orang lain dan keluarga baru.

Fase pernikahan. Fase dimana menyatukan dua kepribadian dan kebiasaan yang, mungkin berbeda dengan kita. Fase inilah yang baru saja dilalui sahabat saya, Inay. Teman sekamar yang paling muda, tapi sudah berani mengambil keputusan untuk melepas masa lajangnya. Tak apalah meski kuliah belum selesai😀

Jumat, 2 November 2012, saya dan tiga orang kawan yang satu kontrakan menuju Kebumen. Sore itu, dua jam sebelum akad nikah Inay dan Mas Nafy berlangsung, kami masih di Jogja. Akad nikah akan dimulai selepas isya, pukul 20.00 waktu Kebumen. Baru kali ini datang ke akad nikah di malam hari.

Dengan kecepatan tinggi, kami meluncur ke Kebumen mengendarai motor. Racer handal otodidak, demikian kami saat itu, mulai menerabas jalan-jalan raya melintasi Jogja-Wates-Purworejo-Kebumen. Kendaraan tidak ramai, dan lancar. Tepat pukul 20.15 waktu Kebumen, saya dan kawan-kawan tiba di rumah Inaay. Kawan-kawan lain telah menunggu. Beruntung akad nikah belum dimulai.

Saat akad di masjid, saya bener-bener serius mendengarkan. Sambil saya berpikir setahun ke belakang tentang bagaimana mereka (Inay dan suami), cerita-cerita suka, duka dibaliknya. Kebersamaan saya dengan Inay pun muncul di pikiran saya. Menyangka ‘kok cepet banget ya dunia ini berputar, dia sudah menikah aja.’

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Abaikanlah bagaimana hubungan mereka sebelumnya dan berjuta pikiran yang melintas. Yang jelas, teriring kalimat dan doa bahagia untuk kalian berdua. Semoga langgeng, dapat mengarungi bahtera rumah tangga sebagai ibadah karena Alloh SWT, mendapatkan kebahagiaan dan keturunan yang baik. Salam bahagia, dan doa ku mengalun untuk kalian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s